Cara Budidaya Bunga Anggrek

Sponsored Links

Cara Budidaya Anggrek – Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang dimanfaatkan bunganya sebagai daya tarik utama. Anggrek telah dibudidayakan sejak 50 tahun yang lalu dan sekarang telah mengalami banyak perkembangan metode budidaya dengan teknologi yang ada. Banyak yang telah memanfaatkan anggrek sebagai penghias halaman rumah atau sebagai simbol kasih sayang, bahkan anggrek telah menjadi bunga nasional di negara Thailand dan Singapura. Biasanya penanaman anggrek dapat menggunakan pot atau ditempel pada tanaman lain.

Apakah Anggrek Itu?

Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan “berdaging” (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembap.

Cara Budidaya Anggrek

Nah bagi sobat yang melirik bunga pesona bangsa Indonesia ini sebagai tanaman yang hendak dibudidayakan, sobat perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini agar tanaman anggrek dapat tumbuh cantik dan mempesona seperti yang diinginkan, karena memang budidaya anggrek memerlukan perawatan khusus serta ketelatenan bagi perkembangannya.

Intensitas Cahaya Matahari

Pemilihan tempat yang sesuai untuk tanaman anggrek penting untuk dilakukan, namun hal ini perlu disesuaikan juga dengan jenis anggrek. Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang diperlukan, anggrek dapat dikategorikan dalam 3 jenis:

  • anggrek yang membutuhkan 100% cahaya matahari (terkena sinar matahari langsung); contohnya Arachnis, Renanthera, Vanda
  • anggrek yang membutuhkan 40-50% cahaya matahari (setengah ternaungi); contohnya Cymbidium, Oncidium, Vanda, Dendrobium, dan Cattleya
  • anggrek yang membutuhkan <25% cahaya matahari (daerah teduh); contohnya Paphiopedilum dan Phalaenopsis

Ketinggian Tempat

Jenis anggrek yang berbeda juga menentukan perbedaan ketinggian tempat tumbuh yang sesuai. Berdasarkan ketinggian tempat anggrek dibagi menjadi 3 kelompok:

  • anggrek yang tumbuh baik pada ketinggian 1001 m dpl; contohnya Cymbidium, Miltonia, dan Paphiopedilum
  • anggrek yang tumbuh baik pada ketinggian 501-1000 m dpl; contohnya Dendrobium, Cattleya, Phalaenopsis, dan Oncidium
  • anggrek yang tumbuh baik pada ketinggian 500 m dpl; contohnya Arachnis, Renanthera, dan Vanda

Sirkulasi Udara

Sirkulasi udara yang baik dapat membuat pertumbuhan anggrek menjadi lebih optimal, yaitu udara yang berhembus dengan lembut secara terus-menerus.

Kelembaban Udara

Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan anggrek adalah tidak kurang dari 70%

Fotoperioditas

Fotoperioditas adalah lamanya penyinaran sinar matahari, sedangkan di Indonesia lamanya siang relatif berimbang dengan waktu malam sehingga cocok sebagai tempat tumbuhnya anggrek.

Hal di atas merupakan poin-poin yang perlu sobat perhatikan agar budidaya anggrek dapat tumbuh dengan baik. Jangan lupa untuk mengenali terlebih dahulu jenis anggrek yang hendak dibudidayakan agar cara merawat anggrek yang diterapkan pun menjadi tepat. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, selamat mencoba..